Lencana Facebook

Senin, 06 Januari 2020

Contact Person





Office 1 : Jln. Papagan Nomor 47 Makamhaji Kartasura Sukoharjo 
               (Utara Underpass Makamhaji) Telephon : (0271) 7468147
Office 2 : Jln. Papagan Nomor 65 Makamhaji Kartasura Sukoharjo 
               (DIVISI SERVICE & MAINTENANCE)
Office 3 : Jln. Garuda Nomor 6.B Perumda Patebon Kendal



Gilang
Phone /  WA
082 242 986 435





Arif
Phone / WA
081 235 889 777

Konsultan Minimarket dan Pelatihan Manajemen Ritel

 Bisnis ritel (bahasa Inggris: retail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer, atau saat ini lebih dbanyak dikenal dalam bentuk usaha Toko eceran atau Minimarket. Pada prakteknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.

Vistasoft Retail Equipment & Software Development telah banyak membantu pengusaha ritel mewujudkan impiannya mempunyai bisnis ritel yang kompeten sehingga dapat memenangi persaingan dengan usaha ritel waralaba yang sedang marak sekarang ini. 

Penataan Produk Ritel

JasKonsultan dan Pelatihan yang kami berikan pada para pengusaha ritel dapat kami rangkum dalam silabus berikut ini :

1.   Pelatihan Operasional Manajemen Ritel
Operasional manajemen ritel adalah proses berkesinambungan yang dilaksanakan oleh tim pengelola ritel yang berorientasi pada penjualan dan pemberian layanan kepada konsumen. Pelatihan yang akan kami lakukan diantaranya adalah :
1)      Penatalaksanaan proses pengadaan barang
2)      Pemilihan dan penentuan jenis barang dagangan
3)      Pengendalian sirkulasi barang dangangan
4)      Pengendalian penerimaan barang
5)      Pengelolaan manajemen keuangan

2.   Pelatihan Store Manager/ Supervisor
Manager toko merupakan orang yang penting di suatu toko dan merupakan representasi manajemen perusahaan di garis depan. Karena itu seorang manager toko harus mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawabnya agar operasional toko dapat berjalan dengan lancar dang menghasilkan profit yang maksimal bagi perusahaan.
 3.  Pelatihan Kasir  dan Pramuniaga
Kasir dan pramuniaga merupakan ujung tombak dari sebuah minimarket. Kasir dan pramuniaga yang sopan akan dapat  melayani konsumen dengan baik untuk mempermudah kita dalam closing penjualan.
4.   Pelatihan Customer Service
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan dan pengetahuan para karyawan yang bertugas di bagian frontliner, dalam hal pelayanan kepada konsumen/ pelanggan
5.   Pendampingan Order/ Pengadaan barang
Pada awal pembukaan minimarket kami akan membuatkan estimasi dari kebutuhan barang dagangan. Setelah operasional minimarket berjalan, kami akan melakukan pendampingan kepada pengelola minimarket dalam pengorderan barang yang berorientasoi pada product fast & slow moving, sehingga pengelola memmpunyai kemampuan melakukan pengorderan barang dagangan secara mandiri.
6.   Seting Harga
Seting harga yang berorientasi pada pembentukan image konsumen tentang kemampuan minimarket memberikan harga “PALING MURAH” akan segera membuat konsumen menentukan pilihan minimarket kita sebagai tempat yang tepat untuk berbelanja. Disamping itu juga orientas profit tidak kami tinggalkan. Salah satu cara untuk pengendaliannya adalah dengan subsidi silang profit.
7.   Display dan Lay out
Display adalah Teknik pemajangan barang yang mempengaruhi pola beli konsumen, karena  lebih dari 80% keputusan membeli dibuat oleh konsumen di dalam toko dan membeli lebih dari 60% barang diluar apa yang direncanaka.
Display dan layout yang kami rencanakan dalam hal ini terdiri dari:
1)      Trafict (alur pembeli dalam area minimarket)
2)      Kategori barang dagangan
3)      Pola dan teknik penataan barang 



Minimarket & Toko yang telah bekerja sama :
01. Bee Mart, Sine Ngawi
02. Red Palm Minimarket, Mojosongo
03. Warung Grosir Mart, Mojosongo Solo
04. Air Force 3 Mart, Maospati 
05. Bisnis Centre SMK Negeri 1 Karanganyar
06. Bisnis Centre SMK Negeri 1 Sragen
07. Bisnis Centre SMK Negeri 1 Boyolali
08. Warung Subur Mart, Purwodadi
09. Alfe Toko, Jatisronno, Wonogiri
10. Toko Nana, Teras Boyolali 
11. Minimarket RS Kustati Solo
12. Sultan Toserba, Juwangi Boyolali
13. Toko-Mu Mart, Klaten Utara
14. Vares Mart, Karangrayung Purwodadi
15. Galang 2 Minimarket, Sambi Boyoli
16. Srabi Notosuman, Solo
17. Inna Mart, Magetan
18. Cik-Cik Fashion Jebres & Pabelan Solo
19. Mini Mall Bariklana Pon Pes Ta'mirul Islam Solo
20. Ada Mart, Gemolong Sragen.
21. Bintang Mart, Papahan Karanganyar. 
22. Wonosari Toserba, Wonosari, Klaten.
23. Mahkota Mart, Kendal.


Office 1 : Jln. Papagan Nomor 47 Makamhaji Kartasura Sukoharjo 
               (Utara Underpass Makamhaji) Telephon : (0271) 7468147
Office 2 : Jln. Papagan Nomor 65 Makamhaji Kartasura Sukoharjo 
               (DIVISI SERVICE & MAINTENANCE)
Office 3 : Jln. Garuda Nomor 6.B Perumda Patebon Kendal



Gilang
Phone /  WA
082 242 986 435





Arif
Phone / WA
081 235 889 777

Customer Service

Customer service memegang peranan yang sangat penting sebagai ujung tombak perusahaan dalam menghadapi pelanggan. Dalam dunia bisnis tugas customer service yang paling utama adalah memberikan pelayanan dan membina hubungan dengan masyarakat. 
Pengertian customer service secara umum adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kepuasan pelanggan melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan.
Customer service perusahaan dalam melayani pelanggannya selalu berusaha  menarik dengan cara merayu para calon pelanggan mejadi pelanggan yang bersangkutan dengan berbagai cara. Customer service juga harus mampu menjaga pelanggan lama agar menjadi pelanggan  tetap perusahaan. Oleh karena itu, tugas customer service merupakan tulang punggung kegiatan operasional dalam dunia bisnis.


Fungsi customer service

Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, seorang customer service harus benar-benar memahami tugas customer service dan fungsi customer service dengan baik sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan prima.
 Fungsi customer service yang harus dijalankan setiap waktu adalah sebagai berikut :
1.    Sebagai resepsionis
Sebagai resepsionis, customer service berfungsi sebagai penerima tamu yang datang ke perusahaan. Tamu di sini bisa siapa saja, entah pelanggan, calon pelanggan, supplier, atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dalam hal ini CS harus bersikap ramah, sopan dan menyenangkan.
2.    Sebagai deskman
Sebagai deskman, fungsi customer service adalah sebagai orang yang melayan berbagai macam aplikasi (permohonan) yang diajukan pelanggan atau calon pelanggan. Permohonan mulai dari pengisian formulir sampai dengan kelengkapan data yang dibutuhkan atau dipersyaratkan.
3.    Sebagai salesman
Sebagai salesman, customer service merupakan seorang yang menjual produk kepada pelanggan atau calon pelanggan. Dalam hal ini, customer service harus dapat menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan produk. Tujuannya adalah agar pelanggan atau calon pelanggan tertarik hingga akhirnya membeli. Dalam fungsi ini, customer service juga sekaligus sebagai pelaksana cross selling terhadap pelanggan.
4.    Sebagai customer relation officer
Sebagai customer relation officer, tugas customer service  sebagai ornag yang dapat membina hubungan baik dengan semua pelanggan, termasuk membujuk atau merayu agar pelanggan bertahan, tidak lari dari perusahaan yang bersangkutan apabila menghadapai masalah.

5.    Sebagai komunikator
Sebagai komunikator, CS merupakan penghubung antara perusahaan dengan pelanggan atau pihak lain yang  berkepentingan terhadap perusahaan. Dalam hal ini, fungsi CS  adalah menghubungi pelanggan dan memberikan informasi tentang segala sesuatu yang ada hubungannya antara perusahaan dengan pelanggan.

Di samping memiliki fungsi seperti di atas, customer service juga memiliki tugas sesuai dengan fungsi di atas. Adapun tugas customer service sesuai dengan fungsinya adalah sebagai berikut :
1.    Sebagai resepsionis
Tugas customer service sebagai resepsionis adalah menerima tamu yang datang dengan ramah tamah, sopan, tenang, simpatik, menarik, dan menyenangkan. Dalam hal ini customer service harus bersikap selalu memberi perhatian, berbicara dengan suara yang lembut dan jelas. Selama melayani pelanggan, customer service tidak diperkenankan merokok, makan, minum atau berbincang-bincang sesama karyawan.
2.    Sebagai deskman
Tugas customer service sebagai deskman antara lain memberikan informasi mengenai produk-produk perusahaan, menjelaskan manfaat dan ciri-ciri produk, menjawab pertanyaan pelanggan mengenai produk serta membantu pelanggan yang membutuhkan pertolongan seperti mengisi formulir.
3.    Sebagai salesman
Tugas customer service sebagai salesman adalah menjual produk; melakukan cross selling; mengadakan pendekatan dan mencari pelanggan baru; berusaha membujuk pelanggan yang baru dan berusaha  mempertahankan pelanggan yang lama; serta berusaha mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi pelanggan, termasuk keberatan dan keluhan pelanggan.
4.    Sebagai customer relation officer
Sebagai custom relation officer, tugas seorang customer serive adalah menjaga image atau citra perusahaan. Tugas detailnya adalah membina hubungan baik dengan seluruh pelanggan, sehingga pelanggan merasa senang, puas, dan semakin percaya kepada perusahaan. Tugas yang terpenting adalah sebagai penghubung antara perusahaan dengan seluruh pelanggan.
5.    Sebagai komunikator
Sebagai komunikator, tugas CS adalah memberikan segala informasi dan kemudahan-kemudahan kepada pelanggan. Di samping itu, juga sebagai tempat menampung keluhan, keberatan, atau konsultasi berbagai hal yang ada kaitannya dengan produk perusahaan secara keseluruhan.

Berikut beberapa etika yang perlu diketahui oleh seorang customer service:

1.     Menjaga sikap tubuh,
     Hindari:
  • Menggaruk-garuk kepala
  • Menggigit kuku
  • Menekuk-nekuk ibu jari
  • Berpangku tangan
  • Melipat tangan
  • Menggigit bibir
  • Duduk membungkuk
  • Berdiri membungkuk
  • Berjalan dengan menyeret sepatu
 2.     Berjabat tangan
  • Gunakan tangan kanan
  • Genggam selama 3-5 detik
  • Senyum dan kontak mata
  • Ucapkan nama anda/selamat datang/kabar
 3.     Menerima tamu
  • Berdiri saat tamu datang
  • Sapa, senyum dan kontak mata
  • Tanyakan dengan sopan apakah ia telah memiliki janji
  • Jika anda orang yang dituju maka persilahkan duduk
  • Perkenalkan diri anda
 4.     Menunjuk sesuatu
  • Menggunakan kelima jari dengan telapak tangan terbuka
  • Menggunakan ujung pena untuk menunjukkan brosur atau formulirt
 5.     Sikap berdiri
  • Berdiri dengan kaki ke depan lurus di muka dan kaki belakang membuat sudut 45 derajat
  • Berdiri dengan tegap dan biarkan lengan dan lutut tetap santai

Ritel Mix

 Setelah peritel menetapkan segmentasi, target pasar dan tingkat kebutuhan konsumen, pada tahapan selanjunyan adalah peritel dihadapkan pada kondisi untuk mengambil keputusan bagaimana untuk dapat membuat daftar kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan peritel untuk pengambilan keputusan adalah bauran ritel (ritel mix). Inilah jantung atau penggerak dari semua aspek operasional dari manajemen ritel. Bauran ritel adalah elemenelemen yang menjadi faktor penentu dalam implementasi strategi dan taktik yang dijalankan oleh peritel. Bauran ritel terdiri dari beberapa elemen yaitu
1) Place (lokasi)
2) Product (produk)
3) People (orang/ pelanggan)
4) Price (harga)
5) Promotion (promosi/ pemasaran)
Kelima elemen tersebut saling melengkapi satu dengan lainnya sehingga digambarkan dalam wujud bangunan menyerupai ‘rumah’. Terdapat enam elemen bauran ritel yang akan memiliki fungsi saling mendukung dan melengkapi. Tidak dapat dikatakan bahwa satu elemen memiliki peran yang lebih penting dibandingkan elemen lain karena masing-masing elemen akan saling mendukung dan melengkapi.

 

Pada bab ini kita akan membahas unsur bauran ritel yang ke dua yaitu bauran ritel yang berhubungan produk.Produk yang dijual peritel (merchandise) merupakan salah satu dari unsur bauran ritel yang penting dan terkait dengan hal-hal sebagai berikut
1) Intensitas yaitu mengenai produktifitas barang-barang yang dijual yang dinyatakan sebagai penjualan barang tersebut per meter persegi.
2) Mode/ gaya yaitu mengenai jenis barang yang akan dijual oleh pengecer yang bersangkutan, seperti seberapa jauh barang yang dijual dapat mengikuti mode atau seberapa inovatif mode/ gaya barang yang dijual, di mana hal ini menentukan tingkat perbedaan/ diferensiasi suatu usaha dengan usaha lain yang sejenis.
3) Keragaman barang mengacu kepada bauran produk yang akan dijual dalam hal pilihan akan jenis barang dan jumlah barang (depth/ kedalaman dan width/ keleluasaa).


V 1 5 T 4 5 0 F T
Office 1 : Jln. Papagan Nomor 47 Makamhaji Kartasura Sukoharjo
               (Utara Underpass Makamhaji) Telephon : (0271) 7468147
Office 2 : Jln. Papagan Nomor 65 Makamhaji Kartasur Sukoharjo
               (DIVISI SERVICE & MAINTENANCE)
Office 3 : Jln. Garuda Nomor 6.B Perumda Patebon Kenda
al


Khudori
Phone /  WA
081219126998




Anto
Phone / WA
08117523132



Segmentasi Pasar Ritel





Segmentasi pasar adalah suatu kegiatan membagi–bagi pasar/ market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen. Suatu segmen pasar ritel adalah suatu kelompok pelanggan yang kebutuhannya dicukupi oleh bauran ritel (ritel mix) yang sama sebab mempunyai kebutuhan yang serupa. Atas alasan tersebut maka sebaiknya ritel mengelompokkan pelanggan dalam beberapa segmen.
Ketatnya persaingan mendorong ritel untuk melakukan segmentasi, hal ini dilakukan karena 1) ritel tidak akan mampu melayani kebutuhan pelanggan secara menyeluruh, 2) untuk efektifitas biaya program ritel.

Pendekatan Segmentasi Pasar
Pendekatan dalam segmentasi pasar menggambarkan variasi yang luas dalam segmen penjualan ritel, karena pada dasarnya tidak satu pun pendekatan adalah terbaik untuk semua ritel. Karena segmen pasar ritel sangat bergantung pada letak geografis, budaya, adat kebiasaan, gaya hidup, tingkat ekonomi dan lain-lain.
1) Segmentasi geografis
Adalah mengelompokkan pelanggan dimana mereka tinggal. Suatu pasar ritel dapat disegmentasikan menurut area di dalam suatu Negara, kota, dan lingkungan. Segmentasi georafis dapat diidentifikasi dan datanya mudah diakses. Sehingga dapat menentukan siapa yang hidup dalam segmen geografis dan sekaligus untuk menargetkan pelanggan dalam wilayah geografis tertentu.
2) Segmentasi demografis
Adalah menggolongkan pelanggan atas dasar karakteristik yang mudah diukur seperti: umur, jenis kelamin, pendapatan, dan pendidikan. Segmen demografis adalah sasaran yang paling umum untuk mendefinisikan segmen pelanggan, kriteria dalam segmen ini dapat dengan mudah dikenali dan diakses.
3) Segmentasi gaya hidup
Adalah segmentasi pasar yang mengacu pada bagaimana kehidupan seseorang, bagaimana mereka meluangkan waktu, dan opini tentang dunia dimana mereka hidup dan tinggal. Segmentasi berdasarkan gaya hidup ini sangat penting dalapm perencanaan ritel, karena berdasarkan gaya hidup pelanggan dapat diidentifikasi perilaku dan motivasi belanja pelanggan. Segmen ini diidentifikasikan melalui survei pelanggan.
4) Segmentasi situasi belanja
Segmentasi ini didasarkan atas situasi belanja yang dihadapi oleh pelanggan. Sebagai contoh seorang ibu memenuhi kabutuhan susu anaknya melalui belanja mingguan yang dilakukan di sebuah Supermarket tertentu, tetapi dalam kondisi tertentu dimana susu untuk memenuhi kebutuhan seminggu ternyata habis di tengah minggu, maka situasi tersebut mendorong ibu untuk melakukan belanja pada ritel lain yang lebih dekat dengan rumahnya dengan situasi belanja yang berbeda.

Identifikasi kebutuhan konsumen.
Kebutuhan dan keinginan konsumen adalah mutlak harus dipenuhi oleh setiap pengusaha ritel bila ingin berhasil. Jadi kebutuhan manusia (needs) adalah suatu keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar, sedang keinginan (wants) adalah hasrat akan pemuasan tertentu dari kebutuhan tersebut. Hal ini menunjukka bahwa keinginan manusia lebih dominan dalam alasan untuk pengambilan keputusan daripada kebutuhan.
Terdapat tiga perspektif perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan, yaitu:
1) Perspektif rasional
Adalah pengambilan keputusan yang melalui serangkaian langkah-langkah rasional tertentu, yaitu pengenalan masalah, mencari, evaluasi alternative, memilih dan evaluasi pasca perolehan. Akar dari pendekatan ini alah pengalaman kognitif dan psikologis dan factor ekonomi.
2) Perspektif pengalaman
Perspektif pengalaman atas pengambilan keputusan menyatakan bahwa untuk beberapa hal, konsumen melakukan pembelian tidak sesuai dengan proses pengambilan keputusan yang rasional. Namun mereka membeli untuk memperoleh kesenangan, menciptakan fantasi, atau perasaan emosi saja.
3) Perspektif pengaruh perilaku
Perspektif pengaruh perilaku mengasumsikan bahwa kekuatan lingkungan memaksa konsumen untuk melakukan pembelian tanpa harus terlebih dahulu membangun perasaan atau kepercayaan terhadap produk. Sebagai gantinya, tindakan pembelian konsumen secara langsung merupakan hasil dari kekuatan lingkungan, nilai budaya, dan tekanan ekonomi.


V 1 5 T 4 5 0 F T

Office 1 : Jln. Papagan Nomor 47 Makamhaji Kartasura Sukoharjo 
               (Utara Underpass Makamhaji) Telephon : (0271) 7468147
Office 2 : Jln. Papagan Nomor 65 Makamhaji Kartasura Sukoharjo 
               (DIVISI SERVICE & MAINTENANCE)
Office 3 : Jln. Garuda Nomor 6.B Perumda Patebon Kendal



Gilang
Phone /  WA
082 242 986 435





Anto
Phone / WA
081 175 231 32